Kumpulan Berita Terbaru, yang Aneh dan Lucu
Loading...

Tempat yang pengen didatengin bersama pasangan

Taj Mahal
Seumur-umur saya nggak pernah traveling berdua bersama pasangan. Bisa jadi karena pas lagi menjomblo, atau pacar saya yang kere semua (ya iyalah, kalau dia tajir melintir pasti saya dibayarin jalan bareng bukan? Hehe!). Meskipun saya sangat menikmati traveling sendiri atau bersama para sahabat, namun ada tempat-tempat yang bikin saya jadi mellow karena tempat itu cocok banget kalo seandainya didatengin bersama pasangan. Bukan karena tempat itu kata orang romantis, buktinya saya nggak merasa kepengen ke Eiffel bersama pasangan. Bukan juga pantai sepi berpasir putih karena pantai paling cocok untuk menikmati me time – lagian pantai yang panas gitu kan gerah kalau kudu glendotan. Bagi saya, kenangan terhadap suatu tempat bukan hanya dari mata yang melihat, tapi juga suasana hati pada saat itu – entah karena merasa sepi sendiri atau malah karena sirik – sehingga rasanya pengen ke sana bersama pasangan.

Taj Mahal, India
Taj Mahal dibangun karena ungkapan cinta Kaisar Shah Jahan kepada istrinya Mumtaz Mahal yang meninggal dunia. Ya, bangunan berasitektur Mughal yang dibangun tahun 1632 itu sebenarnya adalah makam dan telah masuk ke dalam salah satu dari New 7 Wonders of the World. Setelah melewati pagar batu pasir berwarna merah dengan taman yang asri sampailah ke The Great Gate yang dalamnya gelap. Begitu keluar dari bangunan itu… degup jantung saya berhenti berdetak… jreng jreng… Taj Mahal yang megah berdiri di hadapan mata! Makin mendekatinya makin kagum. Taj Mahal dibuat dengan penuh cinta: terbuat dari marmer putih dengan ukiran yang cantik dihiasi permata, bahkan peti mayatnya terdapat kaligrafi berisi kata-kata cinta terhadap Mumtaz. Haduh, sampe merinding terharu! Padahal Mumtaz adalah istri ketiganya yang meninggal pada saat melahirkan anak ke-14! Gile, cinta abis ye? Kembali ke The Great Gate, saya melihat sebagian besar pengunjung datang berpasangan dan mereka berpose mesra-mesraan berdua. Konon dengan berfoto di situ, cinta mereka akan abadi. Sementara saya? Sibuk cari orang untuk memotret diri. Hiks.

Petra, Yordania
The Treasury, Petra
Petra yang dijuluki Red Rose City adalah sebuah kota kuno yang juga merupakan salah satu dari New 7 Wonders of the World. Untuk mencapai ke pusat ‘kota’-nya harus melalui jalan kerikil sepanjang 1,5 km yang disebut The Siq. Begitu memasuki celah sempit yang diapit ngarai bebatuan, di situ lah dimulai pemandangan yang sangat spektakuler. The Siq terbentuk dari batuan setinggi 150 meter yang terbelah dua dengan celah selebar minimal 2 meter akibat gempa tektonik. Alur di bebatuan yang bentuknya tak beraturan, patung, pahatan – semuanya bernuansa pink! Saat itu saya jalan bersama Eli, teman sekamar saya, dan Davi, cowok brondong yang jadi tour leader. Eli yang doyan motret menjadikan saya dan Davi model dadakan. Karena pemandangannya romantis begitu, kami pun dipotret ala foto pre-wedding dengan background batuan alami berwarna pink pake gaya bergandengan tangan, gaya pelukan, gaya becandaan, dll. Di ujung celah pelan-pelan terlihat lah The Treasury (Al Khazneh), sebuah bangunan megah berasitektur Yunani klasik setinggi 40 meter yang dipahat di dinding batu berwarna pink. Sambil memandang keajaiban dunia itu, saya nongkrong di warung kopi. Saya pun melihat hasil foto Eli. Wah, unyu-unyu banget… tapi kan saya pengennya difoto di sana sama pacar sendiri, bukan pacar orang lain!

Venice, Italia
Setelah hampir 2 minggu traveling di Italia, tujuan akhir saya adalah ke Venice. Kota ini sebenarnya terdiri dari 117 pulau yang dihubungi oleh 409 jembatan makanya terkenal dengan kanalnya. Pusat kota tuanya yang dipenuhi oleh bangunan berusia ratusan tahun nan cantik hanya bisa dilalui dengan jalan kaki atau naik alat transportasi air. Secara duit di akhir perjalanan pas lagi cekak-cekaknya, bahkan tak sanggup bayar untuk naik gondola, maka pada malam terakhir saya memandang laut, mendengar suara gemericik air yang menghantam tembok, memandang orang naik gondola sambil minum wine dan dinyanyikan lagu seriosa, mencium bau makanan enak dari restoran di belakang… dan saya sendirian duduk di bangku kayu! Dada saya tiba-tiba terasa sesak dan..tis tis.. air mata saya menetes. Pikiran saya, “What am I doing? Kenapa juga saya bela-belain sendirian ke tempat yang sangat romantis begini?” Sungguh saya ingin mengalami suasana romantis ini bersama pasangan saya menyusuri jalanan sempit dan kanal-kanal. Saking lagi menye-menyenya saat itu, di benak saya ada background lagu yang dipopulerkan Celine Dion, “All by myself… don’t wanna be… all by myself anymore.” JLEB!

Lake Tekapo, Selandia Baru
Ada banyak pemandangan yang spektakuler di Selandia Baru, tapi ada perasaan lain ketika saya berada di Lake Tekapo yang terletak di South Island. Danau seluas 83 km² ini airnya berwarna turquoise, latar belakangnya pegunungan bersalju dengan pohon pinus berjejer di dasarnya, di atasnya langit cerah berwarna biru dan gumpalan awan putih yang rendah, dan ada daratan menjorok ke danau yang di atasnya ada Church of Good Shepperd. Gereja yang dibangun tahun 1935 ini berukuran kecil saja dan terbuat dari batu pula, tapi sungguh bikin nganga ketika melihatnya. Sore itu sekumpulan orang sedang menghadiri pernikahan dan tampak bahagiaa sekali. Dari kejauhan saya duduk di hamparan rumput menghadap pemandangan spektakuler ini sambil makan sandwich yang dilumat dalam tiga suapan saja saking geramnya. Mau tau perasaan saya? Saya pengen menikah di gereja itu sekarang juga!

Israel
Tempat lahirnya Yesus di dalam Church of Nativity, Betlehem
Dari dulu saya pengen ziarah ke Israel, tapi selalu berpikiran, “Ntar aja ah sama suami.” Kenyataannya setua gini saya masih single. Sampai suatu ketika ibu saya bilang, “Kamu sudah ke puluhan ke negara masa belum pernah menginjak Tanah Perjanjian?” sehingga saya memutuskan untuk pergi aja sendiri daripada menunggu sesuatu yang belum jelas. Kebanyakan kita berpikir bahwa naik haji atau ziarah ke Israel harus nunggu tua dulu supaya ‘lebih siap’ iman. Padahal menurut saya perjalanan religius ini sulit dilakukan bagi orang yang sudah berumur karena membutuhkan fisik yang kuat. Mumpung saya mampu dan kuat, mengapa tidak? Kesimpulannya, perjalanan ini semakin menguatkan iman saya. Tempat-tempat yang disebut Alkitab ada benaran di Israel. Di sisi lain, melihat para suami-istri, apalagi yang sudah kakek-nenek, saling bergandengan tangan dan berdoa bersama membuat saya pengen ke sana lagi bersama pasangan saya.

0 Response to "Tempat yang pengen didatengin bersama pasangan"

  • Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai dengan isi konten.
  • Komentar yang tidak diperlukan oleh pembaca lain [spam] akan segera dihapus.
  • Apabila artikel yang berjudul "Tempat yang pengen didatengin bersama pasangan" ini bermanfaat, share ke jejaring sosial.
Konversi Kode